Kehangatan dalam Sebuah Keluarga
Novel tahun 70-an karya novelis dan sastrawan N.H Dini ini merupakan novel dengan tema Kehidupan Keluarga, berisi tentang peristiwa-peristiwa yang pernah di alami nya pada waktu kecil di masa masuknya penjajahan Jepang ke Indonesia. Cerita dalam novel yang merupakan kisah nyata tersebut diramu sedemikian menarik nya bagi pembaca sehingga sebagai pembaca kita bisa ikut dalam suasana yang diceritakan nya. Alur yang digunakannya adalah alur maju-mundur namun dominan dengan alur maju dengan sudut pandang orang pertama. Gaya Bahasa yang digunakannya sangat bagus dan menarik. Untuk novel satu ini unsur melayu nya sudah muali berkurang.
Keluarga Dini adalah keluarga yang sederhana. Walaupun di desa nya keluarga ini terbilang keluarga yang berkecukupan lebih diantara warga lainnya. Dini dan Keluarganya tinggal dirumah yang cukup tua namun besar. Terutama bagian halamannya yang luas, yang dipenuhi dengan berbagai tanaman serta pohon-pohon yang membuat suasana rumah menjadi segar, apalagi di bagian belakang rumahnya itu terdapat sebuah padang ilalang yang cukup luas. Dini adalah anak bungsu Pak Salyo dan Bu Salyo (begitu panggilan nya). Kakak-kakak nya bernama: Heratih, Nugroho, Maryam dan Teguh. Mereka sangat akrab satu sama lain dan sangat dekat dengan kedua orang tuanya sehingga keluarga ini sangat harmonis. Selain keluarganya yang tinggal dirumah tersebut, ada seorang pembatu yang selalu membantu pekerjaan rumah tangga dirumah nya, mereka memanggilnya 'si mbok' yang sudah cukup lama bekerja dan sudah kenal dekat dengan seluruh anggota keluarga.
Saat Jepang mulai masuk ke Indonesia, terjadilah banyak perubahan termasuk di desa tempat Dini tinggal. Ayah Dini yang bekerja di PT. Jawatan Kereta Api dengan gaji yang biasa nya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga kini tidak lagi. Bukan hanya terjadi pada keluarganya saja namun masyarakat lain pun ikut merasakan perubahan tersebut. Untuk dapat memenuhi keperluan keluarga, Ibu nya pun harus ikut bekerja dengan membatik dan membuat makanan-makanan seperti kue kering untuk dijual.
Banyak sekali kejadian-kejadian menarik yang terjadi dalam keluarga ini. Terutama saat dimana mereka berkumpul dihalaman belakang. Suatu hari Teguh kakak Dini memanjat pohon Belimbing untuk memetik buah yang sudah masak. Dia terlalu senang berada di atas pohon padahal karung yang di bawanya sudah penuh. Tiba-tiba dia sudah berada di batas batang yang bercabang tiga, dia pun terjepit dan tak bisa keluar. Berbagai usaha dilakukan oleh semua anggota keluarga hingga akhirnya ayah memutuskan untuk memotong beberapa cabang yang menjepit tubuh Teguh. Begitu Dia berhasil keluar, kakak-kakak nya tertawa terbahak-bahak atas kelakuan konyol Teguh.
Ada juga kejadian menarik saat Ayah membeli seekor burung jalak lalu memeliharanya dirumah. semua anggota keluarga ingin sekali burung itu bisa berkicau dan berkali-kali saat ibu mencoba mengajarkannya tetapi tetap saja burung itu tak mengeluarkan suara apapun. Namun disaat yang tak disengaja ketika Maryam sedang menghapalkan lagu 'Ibu Kita Kartini' diam-diam si jalak mendengarkan nya dan mencoba menyanyikan nada-nada nya, mereka semua pun merasa senang sekali, ternyata si jalak lebih suka belajar sendiri. Tidak hanya itu lama-kelamaan ia pun ikut-ikutan memanggil panggilan untuk mengolok-olok Heratih dari adik-adiknya yaitu 'tampah', 'manu pedet' untuk Nugroho, 'genuk' untuk panggilan Maryam, 'Banteng ' untuk Teguh, dan Dini sendiri adalah 'krupuk'. semua panggilan itu mempunyai sejarah masing-masing tentunya. sungguh lucu sekali keluarga ini. Masih banyak lagi cerita-cerita yang menarik lainnya.
Hal yang sangat menarik dalam novel ini adalah kelucuan yang di lakukan oleh Dini dan Kakak-kakak nya, selain itu juga kekompakan keluarganya yang membuat pembaca hanyut dalam berbagai suasana dalam cerita. Banyak sekali Pesan yang terkandung dalam novel ini, misalnya dalam satu keluarga sangat diperlukan pengertian satu sama lain dan saling menghargai, terutama saling mengisi kelurangan masing-masing.
Identitas Buku:
Judul : Padang Ilalang Di Belakang Rumah
Pengarang: N.H Dini
Tahun: 1979, cetakan IV 1993
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 98 Halaman


Tidak ada komentar:
Posting Komentar