Lencana Facebook

Tampilkan postingan dengan label Books Series. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Books Series. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Maret 2012

'Right' Thinking!

"Apa yang anda pikirkan, itulah yang semesta berikan."
(book: 7 Keajaiban Rezeki)
-Ippho 'right' Santosa- 

Kutipan diatas itu salah satu dari BANYAK BANGET kutipan hebat dan menarik nya buku yang baru saja saya baca. Buku karangan Ippho 'right' Santosa ini bener-bener keren banget. Sangat memotivasi. Seperti bagaimana cara beliau menyampaikan buku ini dengan cara yang ngebosenin sama sekali karena di erat kaitkan dengan 'Ilmu Kanan' khas nya beliau. Buku ini bisa dibaca oleh berbagai kalangan, gak cuma bagi kalangan tua, tapi bagi kalangan muda yang sedang merangkai rencana hidup buku ini penting banget buat dibaca. Sisi kecerdasan beliau yang mampu mengemas buku ini harus dibilang hebat, karena membahas betapa pentingnya berbisnis/berdagang dan bersedekah yang dinilai dari berbagai sisi terutama sisi religiusnya. Bagi temen-temen yang belum baca, jangan nunggu lama lagi, cepet embat buku ini ya!! :D

Jumat, 16 Desember 2011

Jomblo pun angkat bicara!

Saya jomblo. That's true.
Tapi, bukan berarti saya nggak laku. Saya mau sendiri dulu. Ini cuma soal pilihan aja, kok. Jadi jomblo itu pilihan. Punya pacar juga pilihan. Nggak ada yg salah kan? Dan nggak perlu di gembar-gemborkan sampai hrs dijodoh-jodohin segala.
Ketahuan jomblo nggak bikin saya malu, tapi dijodohin itu nggak seru! Basi, tau. Kayak saya nggak bisa cari sendiri aja. Saya ini lumayan mempesona, sekedip mata bisalah kesabet satu, dua cowok. Tapi sekali lagi saya tekankan saya memilih menunggu yang cocok. Terlalu gampang jadian, bisa gampang juga putusnya.
Saya menunggu orang dan waktu yang tepat. Kalau tiba waktunya, pasti akhirnya pacaran juga. Ehem, mumpung lagi buka 'lowongan' jadi pacar, situ berminat nggak? :D

Re-write from novel "Compunerds" by. Endang Rukmana

Sabtu, 12 November 2011

I am a Rainbow book


Helloooo!! I am a Rainbow Book. I am 2 years old, I still young but I have MANY DREAMS to tell :)
I think, I am as a DREAM book for her.


Do you know? I really love my cover with orange and green, it looks more fresh for teenage like her.
I am hers and maybe nobody know about me more except me, her and also her precious God.
Actually, I just wanna be her friends who can hear and write whatever she want when her heart speak, if she too shy to speak. I just prepare my body for her and she will write whatever, whoever or whenever she thinks and she wants. So, I just really hope for every dreams which she write on my body, it will comes like a Rainbow, colorful and makes her happy. Forever. Wish God makes it comes true.


Sincerely,
Her cutest friend
Rainbow Book :)

Kamis, 12 Agustus 2010

Padang Ilalang Di Belakang Rumah (Resensi Novel)

Kehangatan dalam Sebuah Keluarga


Novel tahun 70-an karya novelis dan sastrawan N.H Dini ini merupakan novel dengan tema Kehidupan Keluarga, berisi tentang peristiwa-peristiwa yang pernah di alami nya pada waktu kecil di masa masuknya penjajahan Jepang ke Indonesia. Cerita dalam novel yang merupakan kisah nyata tersebut diramu sedemikian menarik nya bagi pembaca sehingga sebagai pembaca kita bisa ikut dalam suasana yang diceritakan nya. Alur yang digunakannya adalah alur maju-mundur namun dominan dengan alur maju dengan sudut pandang orang pertama. Gaya Bahasa yang digunakannya sangat bagus dan menarik. Untuk novel satu ini unsur melayu nya sudah muali berkurang.
Keluarga Dini adalah keluarga yang sederhana. Walaupun di desa nya keluarga ini terbilang keluarga yang berkecukupan lebih diantara warga lainnya. Dini dan Keluarganya tinggal dirumah yang cukup tua namun besar. Terutama bagian halamannya yang luas, yang dipenuhi dengan berbagai tanaman serta pohon-pohon yang membuat suasana rumah menjadi segar, apalagi di bagian belakang rumahnya itu terdapat sebuah padang ilalang yang cukup luas. Dini adalah anak bungsu Pak Salyo dan Bu Salyo (begitu panggilan nya). Kakak-kakak nya bernama: Heratih, Nugroho, Maryam dan Teguh. Mereka sangat akrab satu sama lain dan sangat dekat dengan kedua orang tuanya sehingga keluarga ini sangat harmonis. Selain keluarganya yang tinggal dirumah tersebut, ada seorang pembatu yang selalu membantu pekerjaan rumah tangga dirumah nya, mereka memanggilnya 'si mbok' yang sudah cukup lama bekerja dan sudah kenal dekat dengan seluruh anggota keluarga.
Saat Jepang mulai masuk ke Indonesia, terjadilah banyak perubahan termasuk di desa tempat Dini tinggal. Ayah Dini yang bekerja di PT. Jawatan Kereta Api dengan gaji yang biasa nya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga kini tidak lagi. Bukan hanya terjadi pada keluarganya saja namun masyarakat lain pun ikut merasakan perubahan tersebut. Untuk dapat memenuhi keperluan keluarga, Ibu nya pun harus ikut bekerja dengan membatik dan membuat makanan-makanan seperti kue kering untuk dijual.